Kesalahan terbesar yang mungkin seorang suami lakukan dalam
usahanya untuk membuat sang istri orgasme adalah terlalu terfokus pada
teknik/cara/trik, tanpa memperhatikan mindset dan strateginya.
Strategi adalah kunci untuk
membuka kekuatan teknik. Teknik dengan sendirinya akan menjadi efektif jika
dibarengi dengan strategi yang benar.
Jadi , untuk mendapatkan hasil maksimal dari trik-trik yang ada
di blog ini, perhatikan strategi di bawah ini dengan seksama. Hal tersebut
yaitu; Mindset,
Komunikasi, Tingkatan, Antisipasi dan Ketegangan serta Ketenangan.
Kunci # 1
: Mindset
Keadaan pikiran Anda (juga
istri Anda) benar-benar dapat mempengaruhi apakah dia dapat mencapai orgasme
atau tidak.
Mindset
Yang Salah
Ketika anda ‘beraksi’, Anda
mungkin dipenuhi dengan pikiran “Berikan dia Orgasme.”
Pendekatan ini digunakan
oleh begitu banyak suami dalam menggunakan teknik, trik dan “serangan”, yang
pada akhirnya membuat mereka membabi buta mencari tau trik dan teknik yang
ampuh di luar sana , dan dengan segera mengaplikasikannya pada pasangannya.
Akan tetapi, Ini adalah pola pikir yang salah jika Anda benar-benar ingin
memberikan orgasme pada istri tercinta.
Kedengarannya memang
kontradiktif, tapi inilah alasannya;
Ketika Anda memasuki kamar
dengan kepala dipenuhi pikiran “Berikan dia Orgasme”, Anda menciptakan tekanan,
baik bagi anda ataupun pasangan Anda, bahwa orgasme HARUS terjadi. Ketika Anda
mendesak untuk membuat dia orgasme, dijamin, hal tersebut akan menambahkan
ketegangan negatif dan kecemasan selama Anda berduaan.
Semakin tekanan ini
bertambah, suasana tersebut akan benar-benar membuatnya lebih sulit untuk
orgasme. Jika stres dan tekanan terlalu tinggi, hubungan intim dapat berakhir
tanpa ada kepuasan pada dirinya (juga Anda).
Jika Anda telah menetapkan
“Berikan dia Orgasme” dan ternyata tidak tercapai, Anda dan pasangan Anda akan
mengakhiri ‘permainan’ itu dengan perasaan kecewa.
Jika pendekatan ini
diteruskan, Anda mungkin akan terus membawa kekecewaan tersebut pada hubungan
seksual berikutnya yang membuat Anda dan pasangan Anda cemas dan gelisah.
Mindset
Yang Benar
Jika Anda ingin memberikan
orgasme, JANGAN fokus pada orgasme!
Daripada berfokus pada tujuan “Berikan dia Orgasme”, fokuskan perhatian Anda pada kenikmatan prosesnya. Kuncinya adalah, jika fokus Anda pada memberikan kenikmatan, dan yakin dia merasakan kenikmatan tersebut, orgasme akan diraihnya.
Kunci # 2
: Komunikasi
Tidak setiap teknik efektif
pada setiap wanita. Seorang wanita mungkin menikmati sentuhan dan ritme
tertentu yang tidak sama dengan wanita yang lain.
Untuk mengetahui apa yang
benar-benar membuat istri tercinta Anda menikmatinya, Anda harus membuka
komunikasi. Anda harus mencari tahu apa yang dia suka ketika Anda menerapkan
teknik yang sudah Anda ketahui. Dengan cara itu, Anda dapat mengoptimalkan ritme,
kecepatan, tekanan dll. untuk menyesuaikan dengan apa yang paling dia sukai.
Komunikasi verbal adalah
yang terbaik, tetapi jika sang istri tidak nyaman atau malu mengungkapkan
perasaannya, Anda dapat merasakan dan menggunakan komunikasi non-verbal, seperti
remasan tangan, anggukan kepala, suara desahan, atau memperhatikan respon
tubuhnya.
Komunikasi yang baik dengan
sang istri dapat membuat Anda lebih mudah dalam memberikan kesenangan dan
kenikmatan padanya, dan akhirnya, teraihlah orgasme yang baik.
Kunci # 3
: Tingkatan dan Tahapan
Salah satu kesalahan
terbesar para suami adalah “bergerak terlalu cepat”. Memang hal tersebut tidak
masalah bagi kita (para suami), tetapi bagi seorang wanita, mungkin dia belum
siap.
Untuk laki-laki, kita bisa
orgasme dengan segera (hal yang justru dihindari pria). Pada dasarnya laki-laki
hanya perlu terangsang, dirangsang, orgasme dan SELESAI.
Wanita, di sisi lain, perlu tahapan untuk sampai ke titik
orgasme. Di setiap tahapan reaksi seksual,
intensitas dan kekuatan terangsangnya meningkat secara bertahap.
Kunci # 4
: Antisipasi dan Ketegangan
Rangsangan (baik dalam
bentuk kata-kata ataupun sentuhan fisik) adalah alat yang ampuh dan efektif
untuk digunakan untuk menguatkan efek dari teknik seksual Anda. Pemanasan akan
membuatnya lebih terangsang, memberinya kesempatan lebih besar untuk mengalami
orgasme dan memfokuskan pikirannya pada kenikmatan fisik yang dia rasakan.
Dan, ketika Anda sedang
merangsangnya, pada saat yang sama Anda membangun hasrat seksualnya. Ketegangan
dan hasrat seksual inilah yang membuat dia mengantisipasi dirinya dalam
mencapai orgasme.
Kunci untuk membangun
antisipasi adalah untuk fokus pada daerah di sekitar “target utama” (tentu saja
setelah melakukan foreplay) sebelum Anda benar-benar “menembak” target utama
tersebut.
Misalnya, Anda dapat
melakukan ini dengan mengelus dan meremas paha, pantat dan pinggul sebelum
benar-benar menyentuh vaginanya. Ketika Anda mengusap bagian-bagian tubuhnya,
dia semakin “basah”, mengantisipasi Anda untuk akhirnya bergerak ke vaginanya.
Dan pada saat yang tepat, orgasme akan terjadi.
Kunci # 5
: Relaksasi dan Ketenangan
Seorang wanita harus
benar-benar rileks untuk mencapai orgasme.
Jika pikirannya ada pada
pekerjaan, bagaimana tubuhnya terlihat, takut suaranya terdengar aneh,
mencoba untuk mencapai orgasme , atau apa pun yang membuatnya tidak rileks dan
tenang, dia akan tegang , dan tubuhnya tidak akan memungkinkan dia untuk
mencapai orgasme .
Tugas
Anda?
Bantulah dia agar
ketegangan tersebut mencair dan menghilang (walaupun hanya sementara) dengan
kata-kata, sentuhan, sikap dan persiapan Anda. Istri tercinta anda harus
benar-benar tenang dan bebas dari ketegangan.
Satu-satunya ketegangan
yang seharusnya ia rasakan adalah Ketegangan Seksual!
Kunci # 6
: Memberi Sebelum Menerima
Sebelum menerima kenikmatan
seksual dari sang istri, Anda harus pastikan dia menerima kenikmatan seksual
dari Anda terlebih dahulu. Buat dia orgasme terlebih dahulu. Kenapa?
1 ) Dia akan berada dalam
keadaan “siap” untuk merasakan orgasme ketika intercourse (jima/senggama).
2 ) Setelah dia mengalami
orgasme, dia akan siap dan dengan senang hati memberikan service terbaiknya
untuk anda!
Demikian beberapa Mindset kunci sukses dalam memberikan orgasme
pada istri. Tips ini akan sangat berpengaruh jika sang istri mengerti dan
memahami sikap dan mindset untuk dirinya sendiri (silahkan baca di sini).
Orgasme memang bukan tujuan
utama dalam hubungan seksual, akan tetapi, jika sang istri mengalami orgasme,
dia akan lebih menyayangi anda, berterimakasih kepada anda dan bersyukur kepada
Allah yang telah memberikan suami yang bisa memuaskannya. Begitu juga anda,
anda akan lebih percaya diri serta lebih menyayanginya. Anda pun akan melihat
keindahan dan kecantikan sang istri dari sisi yang lain (keindahan yang tidak
bisa dilihat kecuali ketika dia sedang benar-benar terangsang dan saat
mengalami orgasme).
Allahu A’lam
by.seksilami.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar